Arsip Blog

RUU Keperawatan, HARGA MATI !!

Belum disahkannya RUU Keperawatan membuat nasib perawat di Indonesia masih terkatung-katung. Mereka sulit memperoleh kenaikan pangkat dan menduduki jabatan tinggi di rumah sakit. “RUU Keperawatan harus segera disahkan agar mereka memperoleh payung hukum dan nasibnya tidak dipandang rendah lagi dibandingkan dengan profesi medis lain.

Ironis jika kita mendengar bagaimana kondisi keperawatan di Indonesia. Suatu profesi yang mulia namun sering dianggap sebelah mata oleh kebanyakan orang. Selama ini perawat Indonesia bekerja tanpa standar hukum yang jelas. Perawat memang memiliki kode etik dan UU kesehatan sebagai landasan pekerjaan perawat. Namun kedua landasan tersebut dirasa belum cukup efektif untuk melindungi perawat. Menurut UU kesehatan yang boleh melakukan tindakan medis adalah dokter, sedangkan perawat hanya memberikan asuhan keperawatan. Sedangkan jika melihat kenyataan yang ada di masyarakat Indonesia, sebagian besar perawat yang mengabdikan dirinya di pelosok negeri harus melakukan tindakan medis karena minimnya keberadaan dokter, suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri. Read the rest of this entry

Peran ILMIKI dalam Mengawal Pergerakan Institusi di Indonesia untuk Mendukung Pengesahan Undang-Undang Keperawatan.

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1    Latar Belakang

UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan pada pasal satu ayat tiga menyebutkan bahwa “Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri di bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan atau keterampilan melalui pendidikan dalam bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.” Pasal ini juga diperjelas dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pada pasal satu ayat enam yang juga berbunyi sama.

 

Tenaga kesehatan itu sendiri dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 pasal dua, terdiri dari:

a)      Tenaga medis, meliputi dokter dan dokter gigi

b)      Tenaga keperawatan, meliputi perawat dan bidan

c)      Tenaga kefarmasian, meliputi apoteker, analis farmasi, dan asisten apoteker

d)      Tenaga kesehatan masyarakat, meliputi epidemiolog kesehatan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan, Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.